PURBALINGGA - Memasuki musim penghujan potensi bencana alam jelas bertambah tinggi. Otomatis kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana sudah harus diutamakan. Terlebih kesiapan dari para aktivis kebencanaan, dalam panggilan jiwa sebagai tim penolong dari komunitas SAR di Purbalingga.
Panggilan jiwa menjadi regu penolong atau SAR sudah menjadi bagian hidup dari Koordinator Lapangan (Korlap) Purbalingga Reaksi Cepat (PRC), Wahyu Prayoko. Bahkan dia memiliki moto, setiap nafas hidupnya bisa menjadi bagian dari upaya menolong orang lain yang membutuhkan.
“Dalam regu penolong selalu terasah kepekaan dan jiwa sosial yang tinggi. Tak membedakan profesi asli apa dan yang paling berperan siapa saat menolong. Justru yang lebih utama yaitu keselamatan jiwa yang ditolong maupun regu penolong,” ungkap pria asal Desa Karangcegak, Kutasari ini.
Pehobi berburu dan menembak ini juga mengaku, dalam aktivitasnya di komunitas regu penolong semakin banyak pelajaran hidup yang didapatkan. Selain itu teman dan rekan sudah seperti saudara.
“Saya yakin setiap perbuatan baik akan berbuah baik. Siapa menanam kebaikan akan menuai kebaikan pula. Minimal ada kepuasan batin saat bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongan,” tegas penyuka kacamata ini. (bal)
Sumber: http://satelitnews.co
ADS HERE !!!